Parepare — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menggelar kegiatan Sarasehan Kelompok Riset yang mengangkat tema “Ekoteologi, Akulturasi Islam Budaya dan SDGs” pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pelataran Gedung LP2M ini menghadirkan Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani, M.Ag, sebagai narasumber utama dan dimoderatori oleh Dr. Muhammad Haramain, M.Sos.I.
Sarasehan ini menjadi forum akademik untuk memperkuat arah pengembangan riset dosen sekaligus mengintegrasikan penelitian dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Dalam pemaparannya, Rektor IAIN Parepare Prof. Hannani menegaskan bahwa kampus perlu terus memperkuat budaya riset sebagai fondasi utama pengembangan institusi ke depan.
“Kita ingin melihat kampus kita berkembang menjadi research university, di mana pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat didasarkan pada hasil-hasil riset yang kuat. Dengan demikian, riset bukan hanya menjadi aktivitas akademik, tetapi juga menjadi sumber inovasi bagi pendidikan dan pengabdian,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan riset di lingkungan IAIN Parepare juga perlu mempertimbangkan prinsip keberlanjutan.
“Pengayaan riset harus memperhatikan prinsip sustainability yang selaras dengan perspektif ekoteologi serta penciri utama kampus kita, yaitu budaya. Integrasi antara nilai-nilai keislaman, kearifan budaya, dan keberlanjutan lingkungan menjadi arah penting dalam pengembangan penelitian ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LP2M IAIN Parepare menjelaskan bahwa ragam topik penelitian dosen di kampus semakin berkembang dan relevan dengan target-target SDGs.
Menurutnya, berbagai bidang keilmuan telah menunjukkan kontribusi nyata terhadap isu pembangunan berkelanjutan.
“Topik riset dosen IAIN Parepare sangat bervariasi dan banyak yang berkesesuaian dengan target SDGs. Di bidang dakwah, misalnya, terdapat kajian tentang dakwah sanitasi yang mendorong kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan. Di bidang ekonomi berkembang kajian blue economy yang menyoroti potensi ekonomi berbasis sumber daya kelautan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa integrasi isu keberlanjutan turut hadir dalam kajian keislaman lainnya.
“Pada bidang syariah berkembang kajian teologi ekologi yang membahas hubungan manusia, agama, dan lingkungan. Sementara di bidang pendidikan muncul konsep education for sustainable development atau pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan yang menekankan pembentukan kesadaran ekologis dan sosial melalui proses pembelajaran,” lanjutnya.
Melalui sarasehan ini, LP2M berharap kelompok-kelompok riset di lingkungan IAIN Parepare semakin aktif berkolaborasi serta menghasilkan penelitian yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya institusi untuk memperkuat ekosistem riset kampus sekaligus memastikan bahwa arah penelitian dosen tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, maupun global.