Skip to Content

KEPEMIMPINAN BAYU ARIE FIANTO PERKUAT JEJARING SDGs CENTER NASIONAL, ISCN CATAT BERBAGAI CAPAIAN STRATEGIS

JAKARTA — Kepemimpinan Bayu Arie Fianto, Ph.D. sebagai Presiden Indonesia SDGs Center Network (ISCN) menjadi fondasi penting dalam memperkuat jejaring SDGs Center di Indonesia. Selama periode kepengurusannya, ISCN berhasil mencatat berbagai capaian strategis yang memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah dalam percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Capaian tersebut dipaparkan dalam laporan perkembangan organisasi pada Musyawarah Nasional (Munas) ISCN yang menjadi bagian dari rangkaian SDGs Center Conference 2026 di Jakarta, 25 - 26 Juni 2026. Laporan tersebut menunjukkan transformasi ISCN dari sebuah forum kolaborasi menjadi jejaring nasional yang semakin kuat, aktif, dan memiliki pengakuan di tingkat internasional.

Salah satu capaian penting adalah penguatan kelembagaan melalui diperolehnya legalitas resmi ISCN dari Kementerian Hukum Republik Indonesia pada 2024. Legalitas tersebut menjadi pijakan bagi organisasi untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun global.

Di bawah kepemimpinan Bayu Arie Fianto, jumlah anggota ISCN juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Dari 51 institusi pada 2024, jejaring ini berkembang menjadi 99 anggota pada 2026. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya komitmen perguruan tinggi di Indonesia dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola institusi.

Pada level internasional, ISCN berhasil memperluas jejaring kerja sama melalui empat nota kesepahaman dengan Chosun University, National Central University Taiwan, Times Higher Education (THE), dan Social Value Indonesia, serta menjalin kolaborasi dengan UNESCO. Langkah ini membuka peluang yang lebih luas bagi perguruan tinggi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas, berbagi praktik baik, dan memperkuat reputasi global dalam implementasi SDGs.

Kontribusi ISCN juga terlihat dalam penguatan kapasitas perguruan tinggi. Selama periode kepengurusan, lebih dari 15 universitas memperoleh pendampingan dalam pengembangan tata kelola keberlanjutan. Selain itu, sebanyak 84 perguruan tinggi telah bergabung sebagai koordinator nasional SDGs Action Register, sebuah platform yang mendokumentasikan kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs.

Dalam mendukung penyebarluasan pengetahuan, ISCN menyelenggarakan 12 webinar sepanjang 2025–2026 yang melibatkan lebih dari 2.000 peserta dari perguruan tinggi, pemerintah, industri, organisasi nonpemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan tersebut menghadirkan 48 narasumber dari dalam dan luar negeri serta melibatkan lebih dari 40 institusi sebagai mitra penyelenggara.

Tidak hanya itu, ISCN juga aktif mendukung sembilan kegiatan strategis yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas serta berpartisipasi dalam berbagai forum internasional, di antaranya Chosun University Sustainability Conference, Sustainable Leadership and Impact Management, dan Global Sustainable Development Congress. Organisasi ini juga menghasilkan dua publikasi penting berupa Policy Brief dan Profil SDGs Center sebagai referensi pengembangan kebijakan dan penguatan jejaring.

Berbagai capaian tersebut menjadi warisan penting dari kepemimpinan Bayu Arie Fianto sebelum estafet kepemimpinan diserahkan kepada Prof. Dr. Zuzy Anna, M.Si. pada Musyawarah Nasional ISCN 2026. Fondasi organisasi yang semakin kuat, jejaring yang terus berkembang, serta kolaborasi yang semakin luas diharapkan menjadi modal utama bagi ISCN untuk memasuki fase konsolidasi berikutnya sebagai jejaring pengetahuan keberlanjutan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

MUNAS ISCN TETAPKAN PROF. ZUZY ANNA SEBAGAI PRESIDEN BARU, JEJARING SDGs CENTER MASUK FASE KONSOLIDASI