JAKARTA — Hari kedua, 26 Juni 2026, SDGs Center Conference (SCC) 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan jejaring pusat-pusat SDGs di perguruan tinggi Indonesia. Di tengah meningkatnya tantangan pembangunan berkelanjutan, mulai dari perubahan iklim, transisi energi, ketahanan pangan, hingga ketimpangan sosial, perguruan tinggi didorong untuk mengambil peran lebih strategis sebagai penghasil pengetahuan dan solusi bagi pembangunan nasional.
Pesan tersebut mengemuka dalam sesi kedua konferensi melalui paparan Dr. Djonet Santoso, National SDGs Consultant dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Ia menekankan pentingnya transformasi Indonesia SDGs Center Network (ISCN) menjadi sustainability knowledge network, yakni jejaring yang tidak hanya menghubungkan SDGs Center di berbagai perguruan tinggi, tetapi juga menjadi wadah produksi pengetahuan, pertukaran praktik baik, serta penguatan basis bukti untuk mendukung kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Konsep tersebut memperluas fungsi ISCN dari sekadar forum koordinasi menjadi infrastruktur pengetahuan nasional yang mampu menjembatani kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil.
Pandangan tersebut diperkuat melalui SDGs Lecture yang disampaikan oleh Prof. Chung Hun Lee, Chief Sustainability Officer National Dong Hwa University, Taiwan. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi perlu membangun ekosistem keberlanjutan yang mengintegrasikan riset, inovasi, tata kelola, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan agenda pembangunan pasca-2030 akan ditentukan oleh kemampuan universitas menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan lokal sekaligus dapat direplikasi secara luas.
Sementara itu, sesi Panel Discussion: Best Practice from SDGs Center bertema From Campus to Community Impact: Evidence-Based SDGs Implementation menghadirkan berbagai pengalaman implementasi SDGs dari sejumlah perguruan tinggi. Diskusi yang dimoderatori Maria Advenita Gita Elmada dari Universitas Multimedia Nusantara ini menghadirkan Dr. Wahyu Ario Pratomo (Universitas Sumatera Utara), Dr. Runik Machfiroh (Telkom University), dan Dr. Anastasija Limba (Universitas Pattimura).
Para narasumber berbagi pengalaman mengenai tantangan dalam menjaga keberlanjutan program SDGs Center, memperkuat dukungan internal kampus, membangun skema pendanaan jangka panjang, hingga memastikan program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Di sisi lain, mereka juga menampilkan berbagai praktik baik yang dapat direplikasi, seperti penguatan community engagement, integrasi SDGs ke dalam kurikulum, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra pembangunan.
Puncak rangkaian hari kedua ditandai dengan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Indonesia SDGs Center Network (ISCN) sebagai forum tertinggi organisasi. Munas yang dipimpin presidium Dr. Nurmaina (Universitas Tanjungpura), Prof. Muhammad Nurdin (Universitas Muhammadiyah Kendari), dan Muhammad Fauzan Ansyari (UIN Sultan Syarif Kasim Riau) menjadi ruang evaluasi sekaligus penetapan arah kepemimpinan baru jejaring nasional SDGs Center.
Melalui mekanisme musyawarah mufakat, peserta Munas menetapkan Prof. Dr. Zuzy Anna, M.Si., Direktur SDGs Center Universitas Padjadjaran, sebagai Presiden ISCN periode berikutnya, menggantikan Bayu Arie Fianto, Ph.D.
Terpilihnya Prof. Zuzy Anna menandai dimulainya fase konsolidasi baru bagi ISCN. Dengan pengalaman sebagai salah satu pelopor pengembangan SDGs Center di Indonesia, ia diharapkan mampu memperkuat posisi ISCN sebagai jejaring strategis nasional yang tidak hanya menghubungkan berbagai institusi, tetapi juga meningkatkan kualitas pengetahuan, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, hari kedua SDGs Center Conference 2026 tidak hanya menghasilkan estafet kepemimpinan organisasi, tetapi juga memperjelas arah masa depan ISCN sebagai jejaring pengetahuan keberlanjutan yang semakin solid, kolaboratif, dan berdampak bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.