Skip to Content

SDGs Goal 1 – No Poverty: UPZ IAIN Parepare Perkuat Program Zakat Profesi untuk Mendukung Mahasiswa Kurang Mampu

Parepare - IAIN Parepare terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Goal 1: No Poverty melalui berbagai program sosial yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan di lingkungan kampus. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penguatan program zakat fitrah dan zakat profesi yang dikelola oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) IAIN Parepare.

Dalam kegiatan sosialisasi zakat yang digelar online (06/03/2026), Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani, M.Ag., memberikan penguatan kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan mengenai pentingnya menunaikan zakat sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual sekaligus kontribusi sosial bagi sesama.

Rektor menegaskan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam mendukung kesejahteraan mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Melalui pengelolaan zakat yang terstruktur oleh UPZ, dana zakat dapat disalurkan secara tepat sasaran untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi dalam menyelesaikan studinya.

Menurut Prof. Hannani, UPZ IAIN Parepare memiliki peran strategis sebagai amil zakat di lingkungan kampus. UPZ bertugas menghimpun zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), dosen, dan tenaga kependidikan agar harta yang dimiliki menjadi bersih serta tidak bercampur dengan unsur yang tidak halal. Selain itu, zakat juga berfungsi membersihkan hati dari sifat kikir dan kecenderungan berlebihan dalam mencintai dunia.

“Melalui zakat, kita tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membersihkan hati. Zakat adalah instrumen spiritual sekaligus sosial untuk menghadirkan keberkahan dalam kehidupan,” ujar Rektor.

Dana zakat yang dihimpun oleh UPZ IAIN Parepare kemudian disalurkan kepada pihak yang berhak menerima, terutama mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut antara lain digunakan untuk membantu pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial. Selain itu, dana zakat juga dialokasikan untuk membantu mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di IAIN Parepare, termasuk tiga mahasiswa asal Sudan.

Program ini selaras dengan indikator THE Impact Rankings pada SDG 1 (No Poverty) khususnya pada aspek 1.3 University Anti-Poverty Programmes, yang menekankan pentingnya komitmen perguruan tinggi dalam membantu mahasiswa yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu serta memastikan mereka mendapatkan dukungan yang memadai untuk menyelesaikan pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menjelaskan tiga karakter atau pendekatan seorang muzakki dalam menunaikan zakat profesi, yaitu:

  1. Menghitung zakat dari take home pay secara keseluruhan, kemudian mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen.
  2. Menghitung zakat dari pendapatan setelah dikurangi biaya operasional langsung, seperti bahan bakar kendaraan atau kebutuhan harian rumah tangga.
  3. Menghitung zakat dari pendapatan setelah seluruh biaya dikeluarkan, termasuk cicilan kredit maupun arisan.

Menurut Rektor, keberanian moral atau “nyali” menjadi faktor penting dalam menentukan pendekatan yang dipilih oleh seorang muzakki. Ia menilai pendekatan pertama merupakan pilihan yang paling ideal dalam menunaikan zakat profesi.

“Terutama dalam membayar zakat profesi, ini persoalan nyali. Jika menggunakan pertimbangan ketiga, maka hampir mustahil seseorang akan mengeluarkan zakat profesinya,” jelasnya.

Selain menghimpun dan menyalurkan zakat, UPZ IAIN Parepare juga memiliki kewajiban spiritual untuk mendoakan para muzakki. Doa tersebut diharapkan membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi mereka yang menunaikan zakat, sekaligus memperkuat hubungan spiritual antara pemberi dan penerima manfaat.

Melalui penguatan program zakat ini, IAIN Parepare tidak hanya menjalankan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan kampus, tetapi juga berkontribusi nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan, khususnya di kalangan mahasiswa. Program zakat yang dikelola secara profesional oleh UPZ menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan kampus yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada keberlanjutan sosial sesuai dengan agenda SDGs Goal 1: No Poverty.

IAIN Parepare Lakukan Intervensi Kelaparan Mahasiswa dan Staf melalui Pameran Makanan